Kamis, 27 Desember 2012

Beliau pun Pendendam

sepertinya cerita seorang mahasiswa yang di cancel sidang hanya karena dosen pembimbingnya salah membubuhkan tanda tangan perlahan menyebar di kalangan beberapa mahasiswa. walaupun tidak menjadi trending topic, tapi saat itu mungkin sempat menjadi perhatian sang ketua jurusan itu sendiri. mungkin akhirnya ini menjadi masalah personal. bukan antara mahasiswa dengan ketua jurusannya, tapi antara saya dengan sang ketua jurusan.

sampai suatu waktu semua itu terbukti.

saya tidak ingat rincian kisah nya, hanya beberapa yang saya ingat jelas. intinya untk mendapatkan tanda tangan dari Dekan Fakultas, harus ada surat rekomendasi yang di tanda tangani oleh ketua jurusan. mahasiswa membuat sendiri surat tersebut dengan format yang sudah ditentukan. sehingga sang ketua jurusan hanya tinggal menanda tangani surat tersebut.

saat itu sudah beranjak siang, dan sang ketua jurusan belum juga datang. beberapa mahasiswa memenuhi ruangan jurusan dengan berbagai kepentingannya. sebagian besar memerlukan tanda tangan beliau di surat yang mereka bawa.

hingga ahirnya sang ketua jurusan pun datang, mahasiswa tampak berjejal ingin meminta tanda tangan hingga ahirnya ada inisiatif untuk saling menitipkan lembar surat nya pada satu orang saja. dan orang itu adalah saya.

karna saya yang ngasiin, tentu yang paling depan lembar punya saya sendiri. lagi lagi dengan tanpa melihat beliau mengambi lembaran surat tersebut. tak berapa lama beliau tiba tiba bilang dengan sedikit ketus

"ini jangan nitip nitip kaya gini lah... ibu ngga suka.. harus sama orang nya sendiri" dengan mengibas ngibaskan lembar surat yang ada di tangan nya. di lemparkannya ke sisi meja yang lain.

langsung saya ambil dan saya bilang

"ini punya saya sendiri ko bu" saya serahkan kembali surat tersebut

sedikit terperanjat beliau baru melihat wajah orang yang didepan nya. ya, saya.

kenapa tadi sewaktu melhat nama yang tertera di surat tersebut reaksi nya sampai seperti itu. padahal jelas jelas itu punya saya sendiri.

sedikit menggerutu ahirnya surat tersebut di tanda tangan. dengan cepat saya ambil dan keluar dari ruangan tersebut dan bilang sama teman2 yang lain kalo surat tersebut ngga bisa di wakilkan.

dengan sedikit keheranan saya memikirkan kejadian yang tadi. tapi ah males mikirnya. cepet-cepet urus tektekbengek ini biar cepet kelar ni kuliah, batin saya.